Natanael Luis Samudra
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kematangan Emosi pada Mahasiswa di Kampus Keagamaan: Bagaimana Peranan Religiusitas? Natanael Luis Samudra; Suhadianto; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students on religious campuses exhibit emotional instability despite being in an environment that upholds religious values. Behaviors such as being easily offended, reactive to pressure, and having difficulty managing stress indicate that their emotionalmaturity is still relatively low. Based on the data, it shows that students are in the medium emotional maturity category and are in the high religiosity category. This study aims to determine the relationship between religiosity and emotional maturity in students on religious campuses. This study used a quantitative method with a non-experimental correlational approach. The study population consisted of 5,411 students at a Christian University in Surabaya, with a sample of 357 students selectedincidentally. The instruments used were a religiosity scale and an emotional maturity scale. The results of data analysis using the Spearman Rho test showed a significant positive relationship between religiosity and emotional maturity. These findingsreinforce the idea that religiosity can be an internal factor contributing to students' emotional development.Keywords: Religiosity, Emotional Maturity, University Students, Faith-based Campus Mahasiswa di kampus keagamaan menunjukkan ketidakstabilan emosi meskipun berada dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai religius. Perilaku seperti mudah tersinggung, reaktif terhadap tekanan, dan kesulitan mengelola stres menjadi indikasibahwa kematangan emosi mereka masih tergolong rendah. Berdasarkan hasil data, menunjukkan bahwa mahasiswa berada pada kategori kematangan emosi sedang dan berada dalam kategori religiusitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dan kematangan emosi pada mahasiswa di kampus berbasis agama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional non-eksperimental. Populasi penelitian terdiri dari 5.411 mahasiswa Universitas Kristen di Surabaya, dengan sampel sebanyak 357 mahasiswa yang dipilih secara insidental. Instrumen yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala kematangan emosi. Hasil analisis data menggunakan ujiSpearman Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan kematangan emosi. Temuan ini memperkuat bahwa religiusitas dapat menjadi salah satu faktor internal yang berkontribusi terhadap perkembanganemosional mahasiswa.Kata kunci: Religiusitas, Kematangan Emosi, Mahasiswa, Kampus Keagamaan