This research aims to explore the connection between self-compassion and prosocial behavior among students at the University of 17 August 1945 Surabaya. The proposed hypothesis suggests that there is a positive correlation between self-compassion and prosocial behavior in this student population. The study employs a quantitative correlational research design and includes 306 students from various faculties at the university. The instruments utilized in this research consist of a prosocial behavior scale based on the theory by Eisenberg & Mussen (1989) and a self-compassion scale derived from Neff's (2003) theory. The collected data were analyzed using the product-moment correlation technique with the aid of SPSS 16 for Windows. The analysis revealed a positive and significant relationship between self-compassion and prosocial behavior, with rxy = 0.630 at p = 0.000 (p < 0.01). Fostering self-compassion among students may serve as an effective approach to enhance prosocial behavior. Consequently, interventions or programs that promote the development of self-compassion on campus could lead to more positive social interactions among students. Keywords: Prosocial Behavior, Self-Compassion, Student Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan perilaku prososial di kalangan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hipotesis yang diajukan menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara self-compassion dan perilaku prososial dalam populasi mahasiswa tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional kuantitatif dan melibatkan 306 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala perilaku prososial yang didasarkan pada teori Eisenberg & Mussen (1989) dan skala self-compassion yang berasal dari teori Neff (2003). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product-moment dengan bantuan SPSS 16 untuk Windows. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan perilaku prososial, dengan rxy = 0.630 pada p = 0.000 (p < 0.01). Mengembangkan self-compassion di kalangan mahasiswa dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan perilaku prososial. Oleh karena itu, intervensi atau program yang mendukung pengembangan self-compassion di kampus dapat mengarah pada interaksi sosial yang lebih positif di antara mahasiswa. Kata kunci: Perilaku Prososial, Self-Compassion, Mahasiswa