Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa SD Negeri 1 Tataaran: The Relationship Between Knowledge and Attitudes with Handwashing with Soap in Students of SD Negeri 1 Tataaran Elis Noviyanti Br Sitepu; Deviana Pratiwi Munthe; Jonesius Eden Manoppo; Andi Pramesti Ningsih
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8580

Abstract

Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu bagian penting dari perilaku hidup bersih dan sehat yang berperan besar dalam mencegah penularan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan infeksi cacing. Meskipun manfaat cuci tangan pakai sabun telah banyak diketahui, praktiknya di kalangan siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun pada siswa SD Negeri 1 Tataaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis uji korelasi pearson. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas IV dan V yang berjumlah 46 orang, menggunakan teknik total sampling. Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan tindakan cuci tangan pakai sabun, pengetahuan kategori remembering/C1 (p=0,003, r=0,428) serta pengetahuan kategori comprehension/C2 (p =0,000, r=0,535). Selanjutnya, terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan tindakan cuci tangan pakai sabun, pada sikap kategori modeling (p=0,001, r=0,486) serta sikap kategori reinforcement (p = 0,005, r=0,410). Diharapkan pihak sekolah mendukung program perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah dasar melalui kebijakan berkelanjutan, penyediaan fasilitas cuci tangan, serta monitoring dan evaluasi rutin.
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Matani Kota Tomohon : Overview of Stunting Incidents in Toddlers at the Matani Community Health Center, Tomohon City Marsinondang Butarbutar; Deviana Pratiwi Munthe; Andi Pramesti Ningsih; Bintang Sri Rezeki Panjaitan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9706

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon, yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon serta faktor-faktor yang berhubungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 100 balita. Data diperoleh melalui kuesioner, pengukuran antropometri, dan telaah buku KIA, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 35%. Beberapa faktor yang cenderung berhubungan dengan kejadian tidak stunting adalah: pendidikan ibu tamat SMA (41%), pekerjaan ibu yang tidak bekerja (55%), jumlah anggota keluarga lebih dari 4 orang (38%), dan pendapatan keluarga tinggi (43%). Sementara itu, balita dengan berat lahir normal lebih banyak tidak stunting (58%), riwayat infeksi yang tidak ada lebih banyak tidak stunting (40%), pemberian MPASI yang normal (tepat waktu) lebih banyak tidak stunting (49%), serta imunisasi lengkap lebih banyak tidak stunting (54%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian stunting di wilayah Puskesmas Matani masih tinggi dan dipengaruhi oleh karakteristik ibu, keluarga, gizi, dan kesehatan balita. Disarankan peningkatan edukasi gizi dan pola asuh melalui posyandu, intervensi gizi sensitif dari pemerintah, serta peran aktif keluarga dalam pemenuhan gizi dan pencegahan penyakit.