Alfaina Mafazah Musallamah
Universitas Islam Negeri Kh. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN: KAJIAN LITERATUR MENAJEMEN PENDIDIKAN Alfaina Mafazah Musallamah; Mutammam
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18460

Abstract

Mutu pendidikan merupakan salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Upaya peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari penerapan fungsi-fungsi manajemen pendidikan, khususnya perencanaan dan pengorganisasian. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran perencanaan dan pengorganisasian dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber referensi yang relevan mengenai manajemen pendidikan dan pengembangan mutu sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan berperan sebagai dasar dalam menentukan tujuan, strategi, program kerja, serta pengalokasian sumber daya untuk mencapai mutu pendidikan yang diharapkan. Sementara itu, pengorganisasian berperan dalam mengatur pembagian tugas, wewenang, tanggung jawab, dan koordinasi antarwarga sekolah sehingga program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Keberhasilan peningkatan mutu pendidikan didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, kompetensi pendidik, budaya mutu, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kurangnya koordinasi, dan minimnya partisipasi pemangku kepentingan. Oleh karena itu, sinergi antara perencanaan dan pengorganisasian yang didukung oleh seluruh komponen sekolah menjadi kunci dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan.