Matahari merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah salah satu solusi energi alternatif terbarukan yang sangat menjanjikan, mengingat jumlah radiasi matahari yang melimpah. Dalam mengonversi energi surya menjadi arus listrik yang dapat dimanfaatkan oleh beban listrik, sistem tenaga surya memerlukan perangkat kendali dan inverter surya. Penelitian ini membangun sistem PLTS On-Grid yang terdiri dari panel surya, micro inverter, power meter, beban AC dan koneksi ke PLN. Sel surya berfungsi sebagai konverter energi matahari menjadi energi listrik, yang kemudian diproses oleh micro inverter untuk mengubah arus DC menjadi arus AC, sesuai dengan kebutuhan beban listrik arus bolak-balik. Pada sistem ini, digunakan dua panel surya dengan daya masing-masing 200 Wp yang menyuplai energi listrik langsung ke micro inverter berdaya 400 watt. Selanjutnya, panel surya ini memberikan pasokan energi listrik DC yang digunakan untuk beban dengan tingkat daya yang bervariasi, memungkinkan pengamatan terhadap variasi dalam variabel yang diukur. Setelah micro inverter mengubah listrik DC menjadi tegangan AC, output inverter dihubungkan ke power meter untuk mengukur arus, tegangan, daya dan faktor daya. Berdasarkan hasil pengukuran, PLTS yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat menghasilkan daya rata-rata sebesar 171,287Watt, yang lebih besar dibandingkan dengan daya rata-rata yang dipasok oleh PLN sebesar 152,524 watt. Media praktik pembelajaran di bidang PLTS on-grid ini dapat digunakan sebagai sarana praktikum di lab Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu khususnya Program Studi Teknik Elektro.