Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Karakter Siswa melalui proses Pendidikan Keislaman di Sekolah Dasar Muhammadiyah 14 Palembang Sugiarti
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i2.1316

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki kesadaran sosial tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada deskripsi mendalam terhadap fenomena yang diamati. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan narasumber (kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru Al-Islam, dan siswa), serta analisis dokumen dan arsip relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter siswa di SD Muhammadiyah 14 Palembang tercermin dalam aspek moral, akhlak mulia, kepribadian Islami, dan nilai sosial. Strategi yang diterapkan mencakup pembiasaan ibadah harian seperti sholat dhuha dan dzuhur berjamaah, tadarus Al-Quran, infaq, sedekah, serta integrasi nilai-nilai Islami dalam kegiatan belajar mengajar. Peran guru sangat dominan sebagai pembimbing, teladan, dan motivator dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada siswa melalui keteladanan, nasihat, dan evaluasi perilaku. Dukungan sekolah juga diperkuat melalui program unggulan seperti Tahfidz Al-Quran, Tapak Suci, serta kerja sama dengan orang tua untuk memastikan pembiasaan nilai-nilai keislaman berlanjut di rumah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan nilai-nilai keislaman berhasil meningkatkan kedisiplinan, kesantunan, kepedulian sosial, dan kesadaran spiritual siswa. Evaluasi terhadap efektivitas strategi ini dilakukan melalui pengamatan harian, laporan guru, dan perkembangan sikap siswa. Meskipun demikian, tantangan seperti kurangnya kedisiplinan sebagian siswa, rendahnya kepercayaan diri dalam menyetorkan hafalan, serta pengaruh lingkungan luar masih perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pengawasan, pelatihan guru, serta kolaborasi lebih erat antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pembentukan karakter Islami siswa secara optimal.