Bayu Wisnu Sasongko
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu Balita Melalui Edukasi Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Stunting Di Rw 12 Rogoyudan Sinduadi Mlati Sleman Agus Widyawati; Tri Hardi Miftahul Ulum; Bayu Wisnu Sasongko; Alvito Dinar Rahardi; Abdurrabbi Azzam Aqqoni; Ilyas Rahmat Hidayat
ABDIMAS Madani Vol 8 No 02 (2026): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v8i02.238

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak yang berdampak serius terhadap perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan. Pengetahuan ibu yang rendah mengenai pola asuh dan gizi menjadi faktor risiko utama kejadian stunting di tingkat komunitas. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang stunting di Posyandu RW 12 Rogoyudan, Sinduadi, Mlati, Sleman. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan evaluatif dengan model one-group pre-test and post-test design. Subjek kegiatan adalah 30 ibu balita yang dipilih melalui teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan pemberian media leaflet. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk melihat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pada kategori pengetahuan "Baik", dari 33,3% pada pre-test menjadi 83,3% pada post-test. Meskipun terjadi peningkatan pengetahuan, ditemukan hambatan berupa resistensi rujukan ke fasilitas kesehatan pada 16,7% responden yang dipicu oleh stigma sosial. Simpulan: Edukasi kesehatan melalui metode ceramah interaktif efektif meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan. Namun, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan komunikasi empatik dan dukungan psikososial berkelanjutan untuk mengatasi hambatan perilaku dan stigma sosial agar upaya pencegahan stunting lebih optimal.