This Author published in this journals
All Journal Chemistry Notes
Maria D. Kaka
Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Biosintesis Nanopartikel Perak (NPP) Menggunakan Ekstrak Buah Kersen (Muntingia Calabura L.) Asal Pulau Timor dan Aplikasinya pada Sensor Kertas Berbasis Smart Phone untuk Analisis Ion Merkuri David Tambaru; Maria D. Kaka; Reinner I. Lerrick
Chemistry Notes Vol 8 No 1 (2026): Chem.Notes, 8 (1), 2026,
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cn.v8i1.29845

Abstract

Telah dilakukan penelitian biosintesis nanopartikel perak (NPP) menggunakan ekstrak buah kersen (Muntingia calabura L.) asal pulau Timor dan diaplikasikan pada sensor kertas berbasis smartphone untuk analisis logam merkuri. Tujuan dari penelitian adalah untuk mensintesis NPP menggunakan ekstrak buah kersen dari pulau Timor dan NPP tersebut dipergunakan menganalis logam merkuri dengan metode sensor kertas berbasis smartphone. Hasil penelitian menunjukan biositesis NPP dari ekstrak buah kersen asal pulau Timor berhasil disintesis. Hal ini ditunjukan oleh perubahan warna dari bening menjadi jingga kecoklatan dan panjang gelombang 430-450 nm pengukuran pada spektrofotmeter UV-VIS. NPP yang disintesis menggunakan ekstrak rebusan pada suhu ruang lebih mampu bertahan daripada NPP yang disintesis dengan disinari matahari. Sementara NPP dari ekstrak jus daging buah kersen pada suhu ruang menghasilkan NPP yang cukup stabil. Sedangkan NPP dari ekstrak jus daging buah kersen dengan penyinaran matahari, sintesis berlangsung spontan (NPP sangat tidak stabil). Aplikasi NPP pada sensor kertas berbasis smartphone untuk analisis merkuri memberikan respon positif. Hal tersebut ditunjukan oleh perubahan intensitas warna merah pada kertas sensor yang dideteksi oleh kamera smartphone. Intensitas warna merah tersebut semakin menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi Hg2+ yakni dalam rentang 5 hingga 60 ppm.