Penyimpanan obat emergensi merupakan aspek krusial dalam pelayanan kefarmasian karena berpengaruh langsung terhadap kecepatan penanganan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem penyimpanan obat emergensi di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo berdasarkan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist berbasis CDOB, wawancara semi terstruktur dengan Apoteker Penanggung Jawab dan petugas gudang, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek penyimpanan obat emergensi telah sesuai dengan standar CDOB dengan kategori sangat baik, meliputi kondisi ruangan penyimpanan (100%), suhu dan kelembapan (100%), sistem penyimpanan (100%), segregasi (100%), serta label dan identitas obat (100%). Aspek operasional penyimpanan memperoleh persentase kesesuaian sebesar 86%, sedangkan aspek pengendalian obat hanya mencapai 50% karena masih ditemukannya obat rusak dan kedaluwarsa. Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem penyimpanan meliputi keterbatasan jumlah sumber daya manusia, belum meratanya pelatihan CDOB, kapasitas ruang penyimpanan yang terbatas pada kondisi tertentu, serta human error dalam pencatatan stok. Penerapan SOP dan sistem FEFO/FIFO telah berjalan dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penyimpanan obat emergensi di instalasi tersebut secara umum telah memenuhi standar CDOB, namun aspek pengendalian obat masih memerlukan peningkatan pengawasan terhadap obat rusak dan kedaluwarsa. ABSTRACT Emergency medication storage is a critical aspect of pharmaceutical services, as it directly affects the speed of patient care in emergency situations. This study aims to analyze the suitability of the emergency medication storage system at the Pharmacy Unit of the Gorontalo Regency Health Office based on the Good Drug Distribution Practice (GDDP/CDOB) standards, and to identify the factors influencing it. This study used a descriptive research design with an observational approach. Data were collected through direct observation using a CDOB-based checklist, semi-structured interviews with the responsible pharmacist and warehouse staff, and documentation. The results showed that most aspects of emergency medication storage were in compliance with CDOB standards and classified as very good, including storage room conditions (100%), temperature and humidity control (100%), storage system (100%), segregation (100%), and drug labeling (100%). The operational storage aspect reached 86% compliance, while drug control only achieved 50% due to the presence of damaged and expired medications. Factors influencing the storage system included limited staffing, uneven CDOB training among personnel, limited storage capacity under certain conditions, and human error in stock recording. The implementation of SOPs and the FEFO/FIFO system was found to be well-established. This study concludes that the emergency medication storage system at the pharmacy unit generally meets CDOB standards; however, the drug control aspect still requires improved monitoring of damaged and expired medications.