Peningkatan beban listrik pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV dapat menyebabkan penurunan kualitas tegangan dan meningkatnya rugi-rugi daya pada sistem distribusi. Salah satu upaya teknis untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan metode uprating pada kawat penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya drop tegangan dan rugi-rugi daya pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV di PT. PLN (Persero) ULP Pariaman sebelum dan sesudah dilakukan uprating, serta mengevaluasi efektivitas metode tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan menggunakan data arus beban, panjang saluran, faktor daya, serta impedansi penghantar pada Feeder Express GH Pariaman dan Feeder Express GH Sungai Limau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Feeder Express GH Pariaman, nilai drop tegangan pada ukuran 150 mm² di jam 19:00 yaitu 5,43%–6,76%, dan setelah dilakukan uprating penampang menjadi 240 mm² nilai drop tegangan menurun menjadi 3,38%–4,74%. Selain itu, rugi-rugi daya pada feeder tersebut menurun dari kisaran 4,77%–6,69% menjadi 2,97%–4,16%. Sementara itu, pada Feeder Express GH Sungai Limau, penerapan uprating kabel juga menghasilkan penurunan nilai drop tegangan dan rugi-rugi daya sehingga sistem distribusi beroperasi lebih efisien dan berada dalam batas standar yang ditetapkan oleh PT. PLN (Persero) sebesar 5%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode uprating pada kawat penghantar efektif dalam meningkatkan kualitas tegangan dan mengurangi rugi-rugi daya pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV di PT. PLN (Persero) ULP Pariaman. ABSTRACT The increase of electrical load on the 20 kV medium voltage distribution network can cause a decline in voltage quality and an increase in power losses within the distribution system. One technical measure to overcome this problem is the application of the uprating method on the conductor. This study aims to analyze the magnitude of voltage drop and power losses on the 20 kV medium voltage distribution network at PT. PLN (Persero) ULP Pariaman before and after uprating, and to evaluate the effectiveness of the method. The research method used is quantitative, using load current data, line length, power factor, and conductor impedance on the Feeder Express GH Pariaman and Feeder Express GH Sungai Limau. The results show that on Feeder Express GH Pariaman, the voltage drop value at the 150 mm² size at 19:00 was 5.43%–6.76%, and after uprating the cross-section to 240 mm² the voltage drop decreased to 3.38%–4.74%. In addition, the power losses on the feeder decreased from a range of 4.77%–6.69% to 2.97%–4.16%. Meanwhile, on Feeder Express GH Sungai Limau, the application of cable uprating also produced a decrease in voltage drop and power losses so that the distribution system operates more efficiently and remains within the standard limit set by PT. PLN (Persero) of 5%. Based on these results, it can be concluded that the uprating method on the conductor is effective in improving voltage quality and reducing power losses on the 20 kV medium voltage distribution network at PT. PLN (Persero) ULP Pariaman.