Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Analisa Uprating Jaringan Tegangan Menengah 20 kV di PT PLN (Persero) ULP Pariaman: Study of Uprating Analysis of the 20 kV Medium-Voltage Network at PT PLN (Persero) ULP Pariaman Indra Akmel Caniago; Rosnita Rauf; Yani Ridal
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11654

Abstract

Peningkatan beban listrik pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV dapat menyebabkan penurunan kualitas tegangan dan meningkatnya rugi-rugi daya pada sistem distribusi. Salah satu upaya teknis untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan metode uprating pada kawat penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya drop tegangan dan rugi-rugi daya pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV di PT. PLN (Persero) ULP Pariaman sebelum dan sesudah dilakukan uprating, serta mengevaluasi efektivitas metode tersebut. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan menggunakan data arus beban, panjang saluran, faktor daya, serta impedansi penghantar pada Feeder Express GH Pariaman dan Feeder Express GH Sungai Limau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Feeder Express GH Pariaman, nilai drop tegangan pada ukuran 150 mm² di jam 19:00 yaitu 5,43%–6,76%, dan setelah dilakukan uprating penampang menjadi 240 mm² nilai drop tegangan menurun menjadi 3,38%–4,74%. Selain itu, rugi-rugi daya pada feeder tersebut menurun dari kisaran 4,77%–6,69% menjadi 2,97%–4,16%. Sementara itu, pada Feeder Express GH Sungai Limau, penerapan uprating kabel juga menghasilkan penurunan nilai drop tegangan dan rugi-rugi daya sehingga sistem distribusi beroperasi lebih efisien dan berada dalam batas standar yang ditetapkan oleh PT. PLN (Persero) sebesar 5%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode uprating pada kawat penghantar efektif dalam meningkatkan kualitas tegangan dan mengurangi rugi-rugi daya pada jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV di PT. PLN (Persero) ULP Pariaman. ABSTRACT The increase of electrical load on the 20 kV medium voltage distribution network can cause a decline in voltage quality and an increase in power losses within the distribution system. One technical measure to overcome this problem is the application of the uprating method on the conductor. This study aims to analyze the magnitude of voltage drop and power losses on the 20 kV medium voltage distribution network at PT. PLN (Persero) ULP Pariaman before and after uprating, and to evaluate the effectiveness of the method. The research method used is quantitative, using load current data, line length, power factor, and conductor impedance on the Feeder Express GH Pariaman and Feeder Express GH Sungai Limau. The results show that on Feeder Express GH Pariaman, the voltage drop value at the 150 mm² size at 19:00 was 5.43%–6.76%, and after uprating the cross-section to 240 mm² the voltage drop decreased to 3.38%–4.74%. In addition, the power losses on the feeder decreased from a range of 4.77%–6.69% to 2.97%–4.16%. Meanwhile, on Feeder Express GH Sungai Limau, the application of cable uprating also produced a decrease in voltage drop and power losses so that the distribution system operates more efficiently and remains within the standard limit set by PT. PLN (Persero) of 5%. Based on these results, it can be concluded that the uprating method on the conductor is effective in improving voltage quality and reducing power losses on the 20 kV medium voltage distribution network at PT. PLN (Persero) ULP Pariaman.
Studi Analisa Sistem Penangkal Petir pada Area Kantor Pariwisata Kota Pariaman: Analysis of the Lightning Protection System at the Pariaman City Tourism Office Area Bismal Iqbal; Yani Ridal; Budiman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11656

Abstract

Gedung Pariwisata Kota Pariaman merupakan bangunan bertingkat dengan ketinggian 16 meter yang berfungsi sebagai pusat operasional pelayanan pariwisata dan terletak di wilayah pesisir pantai sehingga memiliki risiko tinggi terhadap sambaran petir. Pada gedung tersebut telah dipasang sistem penangkal petir konvensional tipe sangkar Faraday (Faraday cage) dengan tinggi tiang 4 meter. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kebutuhan serta efektivitas sistem penangkal petir yang terpasang berdasarkan standar PUIPP dan indeks kriteria bahaya. Hasil analisis menunjukkan gedung termasuk kategori bangunan dengan tingkat bahaya tinggi dengan nilai R lebih dari 14. Data hari guruh tahun 2024 menunjukkan sebanyak 207 hari guruh dengan arus puncak petir sebesar 81,6977 kA. Perhitungan tegangan sentuh, tegangan langkah, sudut perlindungan, dan radius proteksi dilakukan menggunakan metode rolling sphere. Hasil menunjukkan cakupan proteksi optimal dengan luas area perlindungan sebesar 603,18 m² yang dihasilkan oleh tiga terminal udara. Nilai tahanan pentanahan diperoleh sebesar 1,75 ? dengan tahanan jenis tanah 4,887 ?m, sehingga sistem penangkal petir dinyatakan efektif melindungi gedung. ABSTRACT The Pariaman City Tourism Building is a 16-meter multi-story building that serves as the operational center for tourism services and is located in a coastal area, giving it a high risk of lightning strikes. A conventional Faraday cage lightning protection system with a 4-meter mast has been installed on the building. This study aims to analyze the level of need and the effectiveness of the installed lightning protection system based on the PUIPP standard and the danger criteria index. The analysis shows that the building falls into the high-risk category with an R value greater than 14. The 2024 thunderstorm-day data shows 207 thunderstorm days with a peak lightning current of 81.6977 kA. The calculation of touch voltage, step voltage, protection angle, and protection radius was carried out using the rolling sphere method. The results show optimal protection coverage with a protected area of 603.18 m² produced by three air terminals. The grounding resistance value was 1.75 ? with a soil resistivity of 4.887 ?m, so the lightning protection system is declared effective in protecting the building.