Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan Terhadap Siklus Haid Akseptor KB di PMB Kristianti Karangploso Kabupaten Malang: The Relationship Between the Use of the 3-Month Injectable Contraceptive and the Menstrual Cycles of Contraceptive Users at the Kristianti Family Planning Clinic in Karangploso, Malang Regency Amera Sahda Rahima Anandya; Widia Shofa Ilmiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11668

Abstract

Kontrasepsi suntik termasuk salah satu metode keluarga berencana yang paling umum digunakan, yang dikenal karena efektivitasnya yang tinggi dan kemudahan penggunaannya. Meskipun demikian, pengguna sering mengalami gangguan menstruasi sebagai efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji korelasi antara lamanya penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan dan terjadinya gangguan menstruasi di kalangan peserta keluarga berencana di PMB Kristianti, yang berlokasi di Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan, melibatkan 50 responden yang dipilih melalui metode sampling total. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia antara 20 dan 35 tahun (58%), telah menggunakan kontrasepsi suntik tiga bulan selama 12 hingga 36 bulan (60%), dan melaporkan mengalami gangguan menstruasi (94%). Analisis statistik menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara lamanya penggunaan kontrasepsi suntik tiga bulan dan kejadian gangguan menstruasi (p = 0,456). Disimpulkan bahwa gangguan menstruasi mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain lamanya penggunaan kontrasepsi. ABSTRACT Injectable contraception is among the most commonly utilized family planning methods, recognized for its high effectiveness and ease of use. Nevertheless, users frequently encounter menstrual disorders as side effects. This study sought to explore the correlation between the length of use of three-month injectable contraception and the occurrence of menstrual disorders among family planning participants at PMB Kristianti, located in Karangploso, Malang Regency. A quantitative analytic study employing a cross-sectional design was carried out, involving 50 respondents who were selected through a total sampling method. The data were analyzed using the Pearson Chi-Square test. The findings indicated that the majority of respondents were aged between 20 and 35 years (58%), had utilized three-month injectable contraception for a duration of 12 to 36 months (60%), and reported experiencing menstrual disorders (94%). The statistical analysis indicated no significant relationship between the duration of three-month injectable contraceptive use and the incidence of menstrual disorders (p = 0.456). It is suggested that menstrual disorders may be influenced by factors other than the duration of contraceptive use.