Luka Perineum merupakan kondisi umum yang dialami ibu Postpartum akibat robekan jalan lahir atau episiotomi, yang bila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan infeksi, nyeri berkepanjangan, hingga gangguan aktivitas. Salah satu pengobatan tradisional yang dipercaya efektif adalah penggunaan rebusan air sirih hijau yang mengandung senyawa antiseptik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rebusan air sirih hijau terhadap penyembuhan luka Perineum pada ibu Postpartum di UPT Puskesmas Kedabu Rapat Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Oktober 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 18 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi menggunakan skala REEDA. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebanyak 66,7% ibu mengalami penyembuhan luka yang buruk, dan setelah intervensi kondisi berubah signifikan menjadi 72,2% penyembuhan luka yang baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian rebusan air sirih hijau. Dapat disimpulkan bahwa rebusan air sirih hijau efektif dalam mempercepat penyembuhan luka Perineum. ABSTRACT Perineal wounds are a common condition experienced by Postpartum mothers due to birth canal tears or episiotomy. If not managed properly, these wounds may lead to infection, prolonged pain, and limitations in daily activities. One traditional treatment believed to be effective is the use of green betel leaf decoction, which contains natural antiseptic compounds. This study aimed to determine the effectiveness of green betel leaf decoction on perineal wound healing among Postpartum mothers at UPT Puskesmas Kedabu Rapat, Meranti Islands Regency. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest method. The research was conducted from August to October 2025 with a total sample of 18 respondents. The research instrument was an observation sheet using the REEDA scale. Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Wilcoxon test. The results showed that before the intervention, 66.7% of mothers experienced poor wound healing, and after the intervention, the condition significantly improved, with 72.2% of respondents experiencing good wound healing. Statistical analysis yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the administration of green betel leaf decoction. It can be concluded that green betel leaf decoction is effective in accelerating perineal wound healing.