Pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Namun, praktik pemberian ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh faktor sosial budaya dan dukungan keluarga sehingga pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Dalam masyarakat Batak Mandailing masih terdapat nilai budaya dan kebiasaan yang berkaitan dengan pemberian makanan atau minuman pada bayi serta praktik perawatan ibu menyusui yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga, nilai budaya Batak Mandailing, dan cara hidup masyarakat dalam pemberian ASI eksklusif di Desa Saba Sitahul-Tahul, Kecamatan Padang Bolak, Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Batak Mandailing masih mempertahankan beberapa praktik budaya yang berkaitan dengan perawatan ibu dan bayi, seperti tradisi Mangupa Lahiran Daganak, pantangan makanan bagi ibu menyusui, serta kebiasaan mengoleskan madu atau gula pada bayi. Meskipun demikian, sebagian besar ibu tetap berhasil memberikan ASI eksklusif karena memiliki pengetahuan yang baik serta memperoleh dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan. Faktor sosial masyarakat juga menunjukkan dukungan positif terhadap pentingnya ASI eksklusif. Oleh karena itu, diperlukan peran tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta dukungan keluarga agar praktik budaya yang dijalankan tetap sejalan dengan prinsip kesehatan dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.