Junifa Layla Sihombing
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan, Jl. Willem Iskandar Psr V Medan 20221, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI DAN DISTRIBUSI OBAT GATAL SERTA MINYAK HERBAL UNTUK GANGGUAN KULIT PASCABANJIR DI ACEH TAMIANG Rahayu Rahayu; Sari Rizky; Dian Wardana; Dwi Sapri Ramadhan; Nahdah Fadhilah; Junifa Layla Sihombing
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.10686

Abstract

Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan kulit akibat paparan air tercemar, kondisi lingkungan yang lembap, serta keterbatasan akses terhadap air bersih dan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung penanganan awal gangguan kesehatan kulit pascabencana melalui edukasi serta distribusi obat gatal dan minyak herbal kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi mengenai perawatan kulit dan penggunaan obat, distribusi bantuan, serta pendampingan dan evaluasi secara langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan dapat terlaksana dan masyarakat memberikan respons positif terhadap edukasi serta bantuan yang diberikan. Masyarakat juga terlibat dalam interaksi dan tanya jawab mengenai perawatan kesehatan kulit serta penggunaan obat dan minyak herbal. Distribusi bantuan memberikan dukungan praktis bagi masyarakat dalam penanganan awal keluhan kulit ringan pascabencana. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi dan bantuan kesehatan sederhana dapat menjadi pendekatan yang praktis dalam mendukung penanganan awal gangguan kesehatan kulit pada masyarakat terdampak banjir. Keberlanjutan program dapat dilakukan melalui edukasi berkala dan pemantauan kebutuhan kesehatan masyarakat dengan melibatkan aparatur desa serta perguruan tinggi.