Natal Kristiono
Ilmu Politik, FISIP, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MATRIKS IFAS DAN EFAS STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PSI PADA PEMILIHAN LEGISLATIF 2024 DI KOTA SEMARANG Chandra Sivano; Natal Kristiono
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol. 6 No. 2 (2025): INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/indpn.6.2.105-114.31716

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perolehan suara dan kursi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu Legislatif 2024 di Kota Semarang, di mana jumlah kursi meningkat sebesar 150% dari 2 kursi pada periode sebelumnya menjadi 5 kursi. Peningkatan ini terjadi di tengah kompetisi politik yang didominasi partai mapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik PSI melalui identifikasi faktor internal dan eksternal serta menentukan posisi strategis partai. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain sequential exploratory, yaitu diawali dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif melalui wawancara mendalam, kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor IFAS sebesar 2,98 dan EFAS sebesar 3,11, yang mengindikasikan bahwa kemampuan internal dan respons eksternal partai berada pada kategori cukup atau moderat. Selisih antara kekuatan dan kelemahan sebesar 0,70 serta selisih antara peluang dan ancaman sebesar 0,61 menempatkan strategi komunikasi politik PSI pada Kuadran I dalam diagram SWOT. Posisi ini menunjukkan bahwa strategi didukung oleh dominasi kekuatan internal dan peluang eksternal, meskipun belum pada tingkat yang sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan perolehan kursi dan suara PSI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memanfaatkan peluang eksternal, tetapi juga oleh pengelolaan kekuatan internal secara adaptif, terutama dalam pemanfaatan media digital dan pembentukan citra politik yang relevan dengan pemilih muda