Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Pesantren melalui Ekonomi Kreatif Limbah Kain Perca di Thailand Khodijah Ishak; Muhammad Isa Selamat; Sukma Mehilda; Eko Marsela; Andani Asmara; Abdulrosak bakusan
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAI Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/khidmatuna.v5i1.1334

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat Pondok Pesantren Daril Ihsan Thailand melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis pemanfaatan limbah kain perca. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi serta belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal yang tersedia. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif kepada peserta. Kegiatan dilaksanakan selama enam hari dengan melibatkan santri sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan melalui kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 56,8 menjadi 81,2 pada post-test atau meningkat sebesar 42,9%. Selain itu, sebanyak 84% peserta mampu menyelesaikan pembuatan produk limbah kain perca secara mandiri sesuai tahapan praktik yang diberikan, sedangkan 79% produk yang dihasilkan memenuhi indikator kerapian, fungsi, dan nilai estetika sederhana. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah kain perca menjadi produk kreatif seperti keset dan kerajinan tangan juga mengalami peningkatan. Dampak lain yang terlihat adalah perubahan pola pikir peserta menjadi lebih inovatif dan produktif, serta meningkatnya kepercayaan diri dan kerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesantren sekaligus mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan.