Antoni
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Negotiating Hadith Understanding in the Digital Age: Social Media and Religious Interpretation among Generation Z Antoni; Muslim Djuned
El-Sunan: Journal of Hadith and Religious Studies Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine hadith understanding among Generation Z and analyze the influence of social media on their access and interpretation patterns. As a digital-native generation, Generation Z tends to rely on social media as a primary source of religious information. This research employs a qualitative library research approach based on books and academic journal articles. Data collection is conducted through documentation, while analysis uses a descriptive-analytical method. The findings indicate that social media plays an important role in facilitating the dissemination of hadith and increasing youth engagement with Islamic studies. However, it also leads to oversimplification of meanings, lack of source verification, and potential misinterpretation that does not align with established hadith methodologies. Therefore, strengthening critical and contextual hadith literacy is essential to ensure valid and accountable understanding. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman hadis di kalangan Generasi Z serta menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola akses dan interpretasinya. Generasi Z sebagai generasi digital cenderung menjadikan media sosial sebagai sumber utama dalam memperoleh informasi keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan yang bersumber dari buku dan artikel jurnal ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam mempermudah penyebaran hadis dan meningkatkan minat generasi muda terhadap kajian keislaman. Namun demikian, terdapat kecenderungan penyederhanaan makna, kurangnya verifikasi sumber, serta potensi kesalahan interpretasi yang tidak sesuai dengan kaidah keilmuan hadis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi hadis yang kritis dan kontekstual agar pemahaman tetap valid dan dapat dipertanggung-jawabkan.