Aris Kurniawan
Institut Teknologi Nasional Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Sejarah, Legenda, Ilustrasi dan Pengalaman Wisata dalam narasi Visual: Studi pada Buku Inspired Traveller’s Guides Mystical Places Fathiya Fidda Imani; Aris Kurniawan
Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol. 3 No. 3 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/dkv.v3i3.6255

Abstract

Travel book tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi wisata, tetapi juga dapat menjadi media komunikasi visual yang mengintegrasikan informasi sejarah, legenda, ilustrasi, dan pengalaman wisata dalam satu kesatuan narasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana unsur sejarah, legenda, ilustrasi, dan pengalaman wisata diintegrasikan dalam membangun narasi visual pada buku Inspired Traveller’s Guides: Mystical Places karya Sarah Baxter serta merumuskan model integrasi narasi visual yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek penelitian berupa buku Inspired Traveller’s Guides: Mystical Places yang diterbitkan oleh White Lion Publishing pada tahun 2020. Data primer diperoleh melalui dokumentasi isi buku, meliputi teks narasi, ilustrasi, struktur penyajian, dan informasi wisata pada setiap destinasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur terkait visual storytelling, ilustrasi, heritage tourism, dan desain buku perjalanan. Analisis data dilakukan menggunakan Visual Content Analysis (VCA) dan analisis naratif untuk mengidentifikasi pola visual, struktur cerita, serta hubungan antara unsur verbal dan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku memiliki pola penyajian yang konsisten, yaitu sejarah digunakan sebagai landasan faktual, legenda atau mitos lokal berfungsi membangun identitas budaya, ilustrasi memperkuat karakter dan atmosfer destinasi, sedangkan pengalaman wisata menghubungkan narasi dengan kondisi dan aktivitas nyata di lokasi. Integrasi keempat unsur tersebut membentuk model narasi visual Sejarah → Legenda → Ilustrasi → Pengalaman Wisata → Narasi Visual. Dengan demikian, narasi visual dalam buku tidak hanya menyampaikan informasi wisata, tetapi juga membangun pengalaman membaca yang lebih imersif serta memperkuat keterlibatan emosional pembaca terhadap destinasi.