Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur komunikasi persuasif yang terdapat dalam video “TikTok Bukan Cuma Joget dan Nyanyi” pada kanal YouTube Mata Najwa dengan menggunakan konsep retorika Aristoteles, yaitu ethos, logos, dan pathos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan verbal dalam video wawancara yang melibatkan Shou Zi Chew selaku CEO TikTok. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat dengan mengidentifikasi, mentranskripsikan, dan mengelompokkan tuturan yang menunjukkan unsur persuasif. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, pengelompokan berdasarkan kategori ethos, logos, dan pathos, interpretasi fungsi retoris, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dalam video tersebut memanfaatkan ketiga unsur retorika Aristoteles. Ethos dibangun melalui penonjolan posisi, pengalaman, pengetahuan, serta komitmen komunikator terhadap keamanan dan pengembangan platform TikTok. Logos ditampilkan melalui penggunaan argumentasi, data numerik, penjelasan sebab-akibat, dan contoh faktual yang digunakan untuk mendukung berbagai klaim mengenai jumlah pengguna, kontribusi ekonomi, keamanan data, dan manfaat TikTok bagi masyarakat. Sementara itu, pathos digunakan melalui cerita personal, pengalaman pengguna, serta narasi yang membangun kedekatan emosional dan optimisme terhadap pemanfaatan TikTok. Ketiga unsur tersebut tidak selalu berdiri secara terpisah, tetapi dapat saling berinteraksi dalam membangun konstruksi pesan persuasif. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi persuasif dalam wawancara tersebut merupakan bentuk komunikasi retoris yang menggabungkan kredibilitas komunikator, argumentasi rasional, dan daya tarik emosional untuk membangun legitimasi serta citra positif TikTok dalam ruang komunikasi digital. Penelitian ini berkontribusi pada kajian komunikasi persuasif dengan menunjukkan penerapan retorika klasik dalam konteks komunikasi korporat dan media digital.