Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Epistemologi Hadis Imam Syafi’i dan Pengaruhnya dalam Dakwah: Suatu Tinjauan Kritis Suwari Suwari; Aris Kristianto
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v8i1.425

Abstract

Tulisan ini mengkaji pengaruh Imam Syafi’i dalam penetapan kualifikasi hadis sebagai sumber kehujjahan hukum Islam sekaligus menjadi pedoman umum pelestarian hadis lintas generasi terkait maraknya varian kelompok inkar sunah. Dalam pandangan Imam al-Syafi’i, hadis mempunyai kedudukan yang begitu tinggi bahkan disebut sebagai salah seorang yang meletakkan hadis setingkat dengan Al-Qur’an dalam kedudukannya sebagai sumber hukum Islam yang harus diamalkan. Kehujjahan hadis yang sejajar dengan Alquran keberlakuannya hanya untuk hadis mutawatir yang qath’iyuts tsubut (ketetapannya sudah pasti), mengingkarinya adalah perbuatan kafir yang diperintah untuk bertobat. Sedangkan untuk hadis ahad walaupun al-Syafi’i juga menjadikannya sumber kehujjahan, kedudukannya tidak sejajar Alquran dan mengingkarinya tidak membutuhkan pertobatan. Selanjutnya Allah secara khusus menyebut Al-Hikmah beriringan dengan kitab-Nya, dan Allah tidak melakukan hal ini hanya kepada Muhammad saw. sebagai rasul-Nya. Imam al-Syafi’i menyatakan dengan tegas hanya menyebut dua pasangan, yaitu Alquran dan al-Hikmah. Maksud al-Hikmah adalah Sunah Rasul. Pandangan Imam Syafi’i ini memberikan landasan kuat bagi dibangunnya epistemologi kedudukan hukum Sunah Rasul yaitu Hadis, memiliki kedudukan kekuatan hukum (hujjah) yang sejajar dengan Alquran sebagai wahyu Allah. Pengaruh epistemologi hadis imam Syafi’i terkait penetapan standar kehujjahan dan pelestariannya pada konteks dakwah menunjukkan signifikansinya mengakhiri polemik penolakan kelompok inkar sunah versus absolutisme sunah.
Komunikasi Dakwah Teknik Otoritatif Rasional Ustaz Nuruddin dalam Presentasi, Diskusi, dan Debat Akidah Islam Hendriyono; Aris Kristianto
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i2.75

Abstract

Islam adalah agama rasional sehingga komunikasi dakwahnya harus rasional, salah satunya lewat argumentasi dengan teknik otoritatif. Masalahnya teknik ototoritatif yang menyatakan sesuatu benar karena otoritas yang menyatakan, bertentangan dengan sifat Islam, fitrah mad’u, dan argumentasi yang rasional. Dampaknya melumpuhkan rasional mad’u dan sulit diterima di masyarakat Modern. Sebab itu, dibutuhkan komunikasi dakwah teknik otoritatif rasional yang mampu ditunjukkan Ustaz Nuruddin ketika presentasi, diskusi, dan debat tentang kesahihan akidah Islam. Sehingga, dibutuhkan kajian komunikasi dakwah teknik otoritatif rasional Ustaz Nuruddin, dengan tujuan mendeskripsikan komunikasi dakwah teknik otoritatif rasional lewat pendekatan kualitatif deskriptif, metode studi dokumen dengan teori komunikasi dakwah dan otoritatif rasional. Hasil temuan menunjukkan bentuk otoritatif yang digunakan Ustaz Nuruddin adalah perpaduan kualitatif dan kuantitatif spesifik orang ahli yang memiliki kredibilitas sesuai bidang tema, yang disampaikan lewat nama, gelar, kualifikasi profesional, dan karya tulis. Pernyataan orang ahli dikutip secara langsung, dibantu media visual, lewat penyampaian eksposisi dan deskripsi. Kebenaran argumentasi orang ahli disampaikan lewat konsistensi orang ahli lain dan pembuktian secara fakta maupun logika.