K. Nastya Anggaraini
Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Fatherless dalam Film Ipar Adalah Maut Karya Hanung Bramantyo Agmi Krisna Thirtha Ningrum; Bagus Ardiyansyah; K. Nastya Anggaraini
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 3 No. 5 (2026): (JULY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/54d8b152

Abstract

Fenomena fatherless merupakan kondisi ketidakhadiran peran ayah dalam kehidupan anak yang dapat berdampak pada perkembangan emosional dan perilaku sosial. Film Ipar Adalah Maut karya Hanung Bramantyo (2024) merepresentasikan fenomena tersebut melalui konflik keluarga dan relasi romansa para tokohnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fenomena fatherless ditampilkan dalam film Ipar Adalah Maut. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Robert N. Entman yang terdiri dari empat elemen analisis, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation yang diperkuat dengan teori kontrol sosial Travis Hirschi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena fatherless dalam film ini direpresentasikan melalui tokoh Aris dan Rani yang keduanya kehilangan figur ayah sejak kecil. Analisis framing Entman mengungkap bahwa kondisi fatherless melemahkan keempat elemen kontrol sosial Hirschi, yaitu attachment, commitment, involvement, dan belief dalam diri Aris dan rani akibat dari kurangnya afeksi dan validasi serta arahan dari figur ayah, sehingga mendorong terjadinya perilaku menyimpang. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan tiga informan yang memiliki pengalaman fatherless di kehidupan nyata yang menunjukkan pola serupa, yaitu rapuhnya kontrol sosial internal akibat tidak adanya figur ayah.