This study aims to analyze the mediating role of innovation in the relationship between anti-corruption integrity and public satisfaction within post-trademark application services. The research is driven by the need to understand whether strengthening integrity in government institutions translates into improved intellectual property service experiences and subsequently increases public satisfaction, particularly in digital-based public services, specifically the Automatic Service Approval Trademark (POP Merek Apps) application system. A quantitative descriptive approach with a cross-sectional design was employed, using primary data collected through Likert-scale questionnaires administered to users of post-trademark application services. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SmartPLS v.3.2.9). The results show that anti-corruption integrity has a positive and significant effect on both public satisfaction and innovation. In addition, innovation positively and significantly affects public satisfaction. Innovation also serves as a significant mediator in the relationship between anti-corruption integrity and public satisfaction, although the direct effect of anti-corruption integrity on public satisfaction is relatively stronger than its indirect effect through innovation. These findings reinforce that anti-corruption integrity is not merely an ethical commitment but also a strategic foundation that drives innovation and enhances perceived public satisfaction in public services. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi inovasi dalam hubungan antara integritas anti-korupsi dan kepuasan masyarakat pada layanan pasca permohonan merek. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami apakah penguatan integritas pada instansi pemerintah diimplementasikan menjadi pengalaman layanan kekayaan intelektual yang lebih baik dan mempengaruhi kenaikan tingkat kepuasan masyarakat, khususnya pada layanan publik berbasis digital, dalam hal ini yaitu aplikasi Persetujuan Otomatis Pelayanan (POP) Merek. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan mekanisme cross-sectional melalui pengumpulan data primer menggunakan kuesioner skala Likert kepada pengguna layanan pasca permohonan merek. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SmartPLS v.3.2.9). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas anti-korupsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dan inovasi, sementara itu inovasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Inovasi turut berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara integritas anti-korupsi dan kepuasan masyarakat, meskipun integritas anti-korupsi berpengaruh relatif lebih kuat terhadap kepuasan masyarakat secara langsung (direct effect) tanpa peran mediasi inovasi (indirect effect). Temuan ini menegaskan bahwa integritas anti-korupsi tidak hanya merupakan komitmen etis, tetapi juga fondasi strategis yang mendorong inovasi dan meningkatkan kepuasan yang dirasakan masyarakat terkait layanan publik.