Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berpotensi besar mentransformasi pendidikan, namun kajian sistematis mengenai integrasinya dalam pembelajaran matematika berbasis STEM dan dampaknya terhadap berpikir kritis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel terindeks Scopus dan Sinta yang diterbitkan pada periode 2021–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 22 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran matematika berbasis STEM mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pengalaman belajar yang adaptif, personal, dan interaktif. AI berperan sebagai cognitive scaffolding yang mendukung pemahaman konsep, memperbaiki miskonsepsi, serta mengembangkan kemampuan analisis, evaluasi, penalaran logis, dan pemecahan masalah matematis. Efektivitas AI semakin optimal ketika diintegrasikan dengan model pembelajaran aktif, seperti Problem-Based Learning dan Guided Inquiry. Namun, penggunaan AI secara pasif berpotensi menimbulkan ketergantungan kognitif dan belum sepenuhnya efektif dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang kompleks. Oleh karena itu, implementasi AI memerlukan strategi pedagogis yang tepat dan pendampingan guru agar mampu mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir kritis matematis.