Gusti Ayu Mahayukti
Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Artificial Intelligence Sebagai Digital Scaffolding Dalam Pembelajaran Matematika: Tinjauan Pustaka Sistematis Melani Elisabet Matondang; I Gusti Putu Sudiarta; Sariyasa Sariyasa; Gusti Ayu Mahayukti; Ni Made Sri Mertasari
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1443

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika terus berkembang, khususnya sebagai bentuk digital scaffolding yang mendukung proses belajar siswa secara adaptif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai penelitian terkait penerapan Artificial Intelligence sebagai digital scaffolding dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan, menyeleksi, dan menganalisis 18 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2021-2026. Artikel diperoleh dari database Google Scholar, Semantic Scholar dan Scopus melalui Publish or Perish, kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, seperti sistem tutor cerdas, pembelajaran adaptif, dan chatbot edukatif yang berfungsi sebagai scaffolding melalui pemberian umpan balik, petunjuk bertahap, serta penyesuaian materi sesuai kemampuan siswa. Peran AI sebagai digital scaffolding terbukti dapat membantu meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah dan kemandirian belajar siswa, terutama ketika diintegrasikan ke dalam berbagai model pembelajaran seperti Problem-Based Learning, Guided Inquiry Mathematics Learning, Teams Games Tournament (TGT), maupun pembelajaran berbasis Problem Solving. Namun, penerapannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, serta isu etika dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, Artificial Intelligence sebagai digital scaffolding memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran matematika, namun memerlukan dukungan yang memadai agar dapat diterapkan secara optimal.