Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas tantangan operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan, yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dinamika sosial, persepsi masyarakat, dan sensitivitas hubungan sipil–militer pascakonflik. Dalam konteks tersebut, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) memiliki peran strategis sebagai unsur non-kinetik UNIFIL dalam membangun komunikasi, interaksi sosial, dan kepercayaan masyarakat lokal. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana peran Satgas MCOU dalam mendukung pemulihan stabilitas keamanan di Lebanon Selatan, faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, serta strategi peningkatan peran MCOU melalui komunikasi efektif dan pendekatan human relations. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci Satgas MCOU, observasi lapangan, serta studi dokumentasi laporan dan perencanaan UNIFIL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satgas MCOU berperan signifikan sebagai fasilitator komunikasi, mediator sosial, agen diplomasi militer, dan analis sosial dalam mendukung stabilitas keamanan berbasis kepercayaan masyarakat. Faktor pendukung utama meliputi kejelasan mandat, profesionalisme personel, pendekatan human relations, dan dukungan struktur UNIFIL, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, kendala bahasa, sensitivitas sosial budaya, serta dinamika situasi keamanan. Strategi peningkatan peran MCOU diarahkan pada keseimbangan tujuan (ends), cara (ways), dan sumber daya (means) melalui penguatan komunikasi strategis, peningkatan kapasitas personel, optimalisasi media, serta pendalaman interaksi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemulihan stabilitas keamanan UNIFIL sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi dan hubungan sosial yang dijalankan secara konsisten, humanis, dan berkelanjutan.