Lina Said
Universitas Ekuitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Tax Avoidance dengan Managerial Ability sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021–2024 Dea Deliyana Febriyanti; Lina Said
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/x5wh6c74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Tax Avoidance dengan Managerial Ability sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Populasi penelitian berjumlah 63 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI, dan melalui teknik purposive sampling diperoleh 10 perusahaan sebagai sampel dengan total 40 data observasi selama empat tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan Random Effect Model (REM), yang dipilih melalui tahapan Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial CSR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Tax Avoidance yang diproksikan dengan Effective Tax Rate (ETR), yang berarti semakin tinggi pengungkapan CSR maka semakin tinggi pula kecenderungan perusahaan melakukan tax avoidance. Managerial Ability terbukti memoderasi (memperlemah) pengaruh tersebut, dan secara simultan CSR beserta interaksinya dengan Managerial Ability berpengaruh signifikan terhadap Tax Avoidance dengan kontribusi sebesar 27,87 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengungkapan CSR pada sektor pertambangan cenderung berfungsi sebagai perisai legitimasi yang memberi ruang bagi manajemen untuk mengambil kebijakan pajak yang lebih agresif, kecuali bila diimbangi oleh kompetensi manajerial yang memadai.