Inflamasi merupakan respons lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera yang melibatkan berbagai mediator kimia. Pengobatan inflamasi dapat dilakukan melalui obat antiinflamasi maupun terapi komplementer, seperti massage oil aromaterapi. Minyak jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan sereh wangi (Cymbopogon nardus) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antiinflamasi, sehingga berpeluang dikembangkan dalam sediaan massage oil. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula sediaan massage oil aromaterapi berbasis kedua minyak tersebut dengan karakteristik fisik yang baik menggunakan metode Simple Lattice Design (SLD). Optimasi dilakukan dengan memvariasikan komposisi basis (vaselin, beeswax, dan parafin cair) terhadap respon daya sebar dan viskositas. Formula optimal dipilih berdasarkan pendekatan desirability function untuk mencapai daya sebar dan viskositas sesuai persyaratan sediaan semi padat. Hasil optimasi SLD menghasilkan formula optimal dengan perbandingan vaselin : beeswax : parafin cair sebesar 14,437 : 1 : 84,563, setara dengan 1,07 g vaselin, 1,01 g beeswax, dan 48,91 ml parafin cair. Formula optimal menunjukkan penampilan fisik jernih, berwarna kuning, berbentuk cair sedikit kental, dan beraroma khas aromatik, dengan daya sebar 7,33 cm dan viskositas 18 cps. Uji one sample t-test menunjukkan nilai signifikansi > 0,05, artinya tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai prediksi model SLD dengan hasil aktual, sehingga model optimasi dinyatakan valid. Aktivitas antiinflamasi formula optimal belum diuji secara langsung, sehingga klaim efek antiinflamasi masih bersifat potensial dan memerlukan kajian farmakologi lebih lanjut.