p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cendekia Ilmiah
Mohamad Fathur Rohman
Universitas Darul Ulum, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur Mohamad Fathur Rohman
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15374

Abstract

Pembangunan manusia merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan suatu daerah yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM mencerminkan kualitas hidup penduduk dari aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih menghadapi permasalahan ketimpangan pembangunan dan kemiskinan yang berpotensi memengaruhi capaian IPM. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Jawa Timur. enelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Data yang digunakan merupakan data runtut waktu (time series) selama periode tertentu. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan terhadap IPM baik secara parsial maupun simultan Hasil penelitian menunjukkan secara persial Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Propinsi Jawa Timur. Kemiskinan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Propinsi Jawa Timur. Secara simultan Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Propinsi Jawa Timur.
Analisis Dampak Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 Terhadap Belanja Sarana Publik Prioritas Di Kabupaten Jombang Mochammad Heru Widodo; Mohamad Fathur Rohman; Aris Dalimarta
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15599

Abstract

Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menindaklanjuti terbitnya Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, melakukan penyesuain belanja pada APBD Kabupaten Jombang TA 2025. Tindak lanjut kebijakan ini dilakukan proses efisiensi belanja pada postur APBD TA 2025 yang dilaksanakan dengan mempedomai ketentuan yang berlaku, sesuai Inpres tersebut didapati besaran pagu efisiensi yang dilakukan sebesar Rp 59.146.518.887,44 pada 10 komponen belanja yang diidentifikasi untuk dilakukan efisiensi. Hasil efisiensi diarahkan untuk pemenuhan belanja wajib mandatory spending khususnya untuk alokasi fungsi pendidikan, fungsi kesehatan dan fungsi infrastruktur. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis belanja sarana publik prioritas di Kabupaten Jombang Tahun 2025, karena Inpres No. 1/2025 terbit setelah APBD TA 2025 ditetapkan maka Pemerintah Kabupaten Jombang harus melakukan realokasi belanja yang semula sudah direncanakan pada APBD Murni TA 2025. Tindak lanjut dari kebijakan ini Pemerintah Daerah, melalui OPD terkait Penyusun APBD melakukan upaya pergeseran APBD TA 2025 terhadap 10 komponen belanja diantaranya : Belanja Seremonial, Studi Banding, belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output yang terukur, Belanja Perjalanan Dinas, Belanja Makanan dan minuman rapat, Belanja Lembur, Belanja Pakaian Olah Raga,. Pada akhirnya hasil dari upaya pergeseran ini dialokasikan kembali pada Belanja Sarana Publik Prioritas bidang Pendidikan (3,22%), Kesehatan  (1,73%) dan Infrastruktuur (8,95%).