Sri Handayani
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsideran dalam Mempersembahkan Pertunjukan Budaya oleh Desa-Desa di Boyolali dalam Rangkaian Acara Kirab Malam Satu Suro Sri Handayani; Moh Mahbub
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai pertimbangan yang mendasari keputusan desa-desa di Kabupaten Boyolali dalam menentukan bentuk pertunjukan budaya pada peristiwa Kirab Malam Satu Suro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi pada beberapa desa yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan validitas data dijaga melalui teknik triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima pertimbangan utama yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan budaya, yaitu pertimbangan historis, sosial, spiritual, ekonomi, dan kultural-politik. Pertimbangan historis tercermin dalam upaya pelestarian kesenian tradisional sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sementara pertimbangan sosial terlihat dalam semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat. Pertimbangan spiritual tampak dalam praktik ritual sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan transendental. Adapun pertimbangan ekonomi dan kultural-politik menunjukkan bahwa pertunjukan budaya juga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi serta media diplomasi budaya antara masyarakat dan pemerintah desa. Temuan ini menegaskan bahwa pertunjukan budaya dalam Kirab Malam Satu Suro tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau ritual tradisional, tetapi juga sebagai medium pelestarian nilai, penguatan identitas, serta pengembangan sosial ekonomi berbasis budaya lokal.