Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Pembangunan Pertanian Etnis Bugis di Kolaka Timur: Analisis Konstruktivisme Sosial Wa Ode Nila Farlin; Esti Agesta Nurmaida
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1877-1888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur dalam meningkatkan peluang pertanian komoditi unggulan pada etnis Bugis dengan menggunakan perspektif konstruktivisme sosial Berger dan Luckmann. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk menggali secara mendalam praktik komunikasi pembangunan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemerintah berjalan melalui empat tahap utama. Pertama, perencanaan komunikasi yang bersifat partisipatif mencerminkan proses eksternalisasi gagasan pembangunan, di mana pemerintah dan masyarakat Bugis merumuskan arah kebijakan bersama. Kedua, pengelolaan media dan saluran komunikasi menjadi bentuk objektivasi, ketika gagasan pembangunan diwujudkan dalam ruang publik melalui tatap muka, media tradisional, digital, dan kultural. Ketiga, implementasi program mencerminkan proses internalisasi, di mana petani Bugis mengadaptasi inovasi pertanian dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Keempat, evaluasi memperlihatkan konsolidasi makna sosial, ditandai dengan peningkatan produktivitas padi dan jagung sebesar 12-15%, serta penguatan legitimasi kultural masyarakat terhadap kebijakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi pembangunan yang berbasis partisipasi masyarakat dan sensitif terhadap konteks budaya lokal mampu membangun realitas sosial baru berupa integrasi antara modernisasi pertanian dan tradisi agraris Bugis. Temuan ini memberi implikasi praktis bahwa keberhasilan komunikasi pembangunan tidak hanya ditentukan oleh media dan pesan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah menjadikan masyarakat sebagai mitra dialogis dalam proses konstruksi makna pertanian.