Norhalidah Norhalidah
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Tabalong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Implementasi Posyandu dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat Pedesaan di Desa Tanta Hulu Kabupaten Tabalong Norhalidah Norhalidah; Akhmad Badarudin
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1889-1903

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji dinamika implementasi Posyandu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat pedesaan dengan fokus pada Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Posyandu dipengaruhi oleh lima dimensi utama, yaitu aksesibilitas dan pemanfaatan layanan, peran kader Posyandu, partisipasi serta respons masyarakat, kelembagaan dan dukungan pemerintah, serta digitalisasi layanan kesehatan dan hambatan teknologi. Analisis dengan kerangka (Grindle, 1980) memperlihatkan bahwa meskipun substansi kebijakan kesehatan jelas dan terarah, konteks sosial, ekonomi, dan infrastruktur lokal sering kali tidak mendukung, sehingga menimbulkan kesenjangan implementasi. Temuan juga menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur digital, kompetensi kader, serta lemahnya koordinasi kelembagaan menjadi tantangan utama dalam memastikan keberlanjutan program. Namun, di sisi lain, praktik diskresi kader dalam kerangka street-level bureaucracy memungkinkan adaptasi kebijakan sesuai kondisi lokal, meskipun hal ini menyebabkan variasi implementasi. Interpretasi dengan teori difusi inovasi (Rogers, 2003), Technology Acceptance Model (Davis, 1989), dan perspektif governance (Rhodes, 1997) menegaskan pentingnya faktor kompatibilitas teknologi, persepsi manfaat, dan kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat efektivitas program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kader, penyediaan infrastruktur yang inklusif, adaptasi teknologi sesuai konteks pedesaan, serta kolaborasi kelembagaan yang lebih solid merupakan prasyarat penting untuk mengoptimalkan peran Posyandu.