Inveren Three Bethris Yan Allolinggi
Magister Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Dalam Ritual Dan Budaya Pada Upacara Rambu Tuka’ Syukuran Tongkonan Oleh Masyarakat Toraja Inveren Three Bethris Yan Allolinggi; Adi Nugroho; Rayhan Ahmad Zaki
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.2083-2089

Abstract

Rambu Tuka’ dalam acara syukuran rumah adat Tongkonan merupakan bentuk komunikasi budaya yang sangat penting bagi masyarakat Toraja untuk menegaskan jati diri dan memperkuat kebersamaan sosial. Namun, di tengah perkembangan zaman dan perubahan cara berpikir generasi muda, pemahaman terhadap symbol-simbol dalam ritual ini mulai mengalami penurunan makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola komunikasi dalam upacara Rambu Tuka’ berlangsung serta bagaimana ritual tersebut membentuk dan mempertahankan identitas budaya masyarakat di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam ritual Rambu Tuka’ berfungsi sebagai sistem symbol yang menyampaikan nilai rasa syukur, asal-usul keluarga, dan pengakuan status sosial. Meskipun dikalangan generasi muda terjadi pergeseran makna dari pemahaman yang mendalam ke arah yang lebih melihat sisi penempilan atau estetika, akibat keterbatasan pemahaman bahasa dan pengaruh teknologi digital, ritual ini tetap berperan penting dalam menanamkan identitas budaya. Temuan penelitian ini juga memperlihatkan adanya usaha dari generasi tua untuk menyesuaikan cara penyampaian makna ritual, sementara generasi muda melakukan adaptasi melalui media digital sebagai bentuk upaya mempertahankan budaya. Kesimpulannya, bahwa Rambu Tuka’ bukan hanya sekadar tradisi perayaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Toraja untuk merundingkan dan menjaga identitas mereka, dengan menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan kehidupan modern saat ini.