Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Penggunaan Virtual Account terhadap Transparansi Dana JKN di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Widya Rahayu
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.1137

Abstract

Penggunaan virtual account (VA) dalam sistem pembayaran dana kapitasi dan nonkapitasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan inovasi dalam tata kelola keuangan yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan akuntabilitas pengelolaan dana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi virtual account terhadap transparansi pengelolaan dana JKN di FKTP, yang meliputi keterbukaan informasi keuangan, akurasi rekonsiliasi data, akuntabilitas penyaluran dana, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory, yang dilaksanakan pada puskesmas dan klinik pratama mitra BPJS Kesehatan di Provinsi Sumatera Utara dan DKI Jakarta. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 156 pengelola keuangan FKTP, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi virtual account secara signifikan meningkatkan transparansi penyaluran dana melalui kemampuan pelacakan transaksi secara real-time yang sebelumnya tidak tersedia. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi digital sumber daya manusia (58,3%), gangguan konektivitas jaringan (41,7%), serta ketidaksesuaian data antara sistem informasi BPJS Kesehatan dan sistem administrasi FKTP (34,6%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan virtual account mampu memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana JKN, tetapi optimalisasinya memerlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur teknologi informasi, serta harmonisasi sistem informasi antarlembaga.