Rendahnya kepercayaan diri dan motivasi menjadi salah satu permasalahan psikologis yang menyebabkan performa pemain basket pada komunitas nonprofesional belum optimal, meskipun pemain telah memiliki kemampuan fisik dan teknik yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi kepercayaan diri dan motivasi terhadap performa pemain basket dalam pertandingan di Komunitas SPB.BC. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian terdiri atas 150 anggota aktif Komunitas SPB.BC yang ditentukan menggunakan teknik total sampling karena seluruh anggota memenuhi karakteristik penelitian dan jumlah populasi relatif terbatas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan diri berkontribusi positif dan signifikan terhadap performa pemain basket (β = 0,210; t = 2,361; p = 0,020), sedangkan motivasi memberikan kontribusi yang lebih besar (β = 0,350; t = 3,945; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel berkontribusi signifikan terhadap performa pemain basket (F = 25,097; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 25,5%, sehingga masih terdapat 74,5% variasi performa yang dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Kelebihan penelitian ini terletak pada kajiannya terhadap pemain basket pada komunitas olahraga nonprofesional yang masih jarang diteliti. Keterbatasannya, penelitian hanya melibatkan satu komunitas dan dua variabel psikologis sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan motivasi dan kepercayaan diri perlu menjadi bagian penting dalam pembinaan psikologis pemain basket di tingkat komunitas.