Kelangkaan air menjadi tantangan bagi pemerintah dalam peningkatan dan percepatan layanan akses air minum layak dan aman melalui perpipaan. Salah satu program dalam mengatasi kelangkaan air yaitu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Umbulan di Provinsi Jawa Timur. Namun, tingkat produksi dan serapan air minum belum mencapai target < 4.000 liter/detik menimbulkan permasalahan baru dalam pemenuhan air bersih di 5 Kabupaten/Kota di Jawa Timur meliputi Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indeks keberlanjutan dan mengkaji status keberlanjutan pengelolaan KPBU SPAM Umbulan, serta mengidentifikasi faktor pengungkit yang berpengaruh terhadap pengelolaan KPBU SPAM. Penelitan ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif . Instrumen penelitian menggunakan Rappid Appraisal for SPAM (RapSPAM) yang merupakan modifikasi dari Rappid Appraisal for Fisheries (RapFISH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks keberlanjutan: Aspek teknis yaitu 64,59, aspek kelembagaan yaitu 47,56, aspek keuangan yaitu 53,20, aspek sosial yaitu 52,81 dan aspek lingkungan yaitu 46,73. Status keberlanjutan pengelolaan KPBU SPAM meliputi: kurang berkelanjutan untuk aspek kelembagaan dan lingkungan serta cukup berkelanjutan untuk aspek teknis, keuangan dan sosial. Atribut paling sensitif yaitu aspek kelembagaan yaitu: tingkat pengaduan konsumen serta respon pengelola terhadap pengaduan konsumen serta aspek lingkungan berupa ketersediaan air baku. Sebagai bentuk perbaikan pengelolaan menjadi prioritas pengembangan pengelolaan KPBU SPAM pada aspek kelembagaan dan lingkungan.