Rizki Aditya Putra
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Wing 1 – Level 5, Kampus IPB, Jl. Kamper, Babakan, Kec. Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16680

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Pengelolaan Sampah Nasabah Pilah Sampah Tabung Emas di Bogor Miksalmina Fitri; Dwi Sadono; Rizki Aditya Putra
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 3 (2026): May 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.3.640-651

Abstract

Peningkatan timbulan sampah memerlukan penguatan perilaku pengelolaan sampah masyarakat melalui program bank sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik nasabah, persepsi terhadap karakteristik inovasi program The Gade Clean and Gold, dan dukungan penyuluhan terhadap perilaku pengelolaan sampah nasabah Bank Sampah Asri Mandiri, RW 06, Desa Benteng, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus terhadap seluruh 70 nasabah bank sampah. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap karakteristik inovasi memberikan pengaruh positif dan paling kuat terhadap perilaku pengelolaan sampah (β = 0,549; t = 4,328; p < 0,001). Karakteristik nasabah juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah (β = 0,282; t = 2,317; p = 0,021). Sebaliknya, dukungan penyuluhan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah (β = 0,032; t = 0,363; p = 0,716). Ketiga variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan 57,4% variasi perilaku pengelolaan sampah nasabah (R² = 0,574). Perilaku nasabah relatif baik pada aspek kognitif dan afektif, tetapi keterampilan psikomotorik dalam pengolahan sampah lanjutan masih perlu diperkuat. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan perilaku pengelolaan sampah lebih banyak ditentukan oleh penerimaan nasabah terhadap karakteristik inovasi dan karakteristik individualnya. Oleh karena itu, pengembangan program perlu memprioritaskan inovasi yang mudah dipahami, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat dicoba, dan memberikan hasil yang mudah diamati, disertai penyuluhan yang lebih intensif dan berbasis praktik.