Kepemimpinan etis adalah cara memimpin yang menekankan nilai-nilai baik, jujur, adil, bertanggung jawab, dan integritas dalam mengelola sebuah organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana kepemimpinan yang baik berpengaruh terhadap kemampuan dan hasil kerja karyawan, berdasarkan temuan dari penelitian-penelitian yang sudah diterbitkan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku, serta sumber akademik lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari informasi dari berbagai sumber literatur yang tersedia di basis data ilmiah, sedangkan cara menganalisis data menggunakan metode content analysis untuk menemukan, mengelompokkan, dan memahami hasil penelitian sebelumnya. Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik berdampak positif terhadap kemampuan dan hasil kerja karyawan. Pemimpin yang menjalankan prinsip etika dapat meningkatkan hasil kerja, kesetiaan terhadap organisasi, partisipasi dalam pekerjaan, serta tindakan positif yang dilakukan karyawan. Selain itu, dampak dari kepemimpinan yang baik terhadap kinerja karyawan juga didukung oleh beberapa faktor perantara, seperti rasa percaya terhadap pemimpin, sikap kerja yang baik, semangat bekerja, budaya perusahaan, kesetiaan terhadap perusahaan, serta berbagi ilmu pengetahuan. Penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan dalam menerapkan kepemimpinan yang baik tidak hanya bergantung pada sifat pemimpin itu sendiri, tetapi juga pada dukungan dari sistem organisasi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kejujuran dan etika ke dalam budaya serta cara kerja perusahaan. Oleh karena itu, kepemimpinan yang baik bisa menjadi cara penting bagi suatu organisasi untuk meningkatkan kinerja karyawan sekaligus membentuk lingkungan kerja yang sehat, efisien, dan bisa berkelanjutan.