Konvergensi Internatonal Financial Reporting Standard (IFRS) di Indonesia merupakan upaya yang menyelaraskan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dengan standar akuntansi internasional guna meningkatkan kualitas, transparansi, dan keterbandingan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan konvergensi IFRS di Indonesia, mengidentifikasi hambatan implementasinya, serta menjelaskan implikasinya terhadap pelaporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature review). Data diperoleh dari buku, dokumen resmi IFRS Foundation, serta artikel ilmiah yang di publikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses indentifikasi, seleksi, pengelompokan , dan sintesis literatur berdasarkan tema perkembangan konvergensi IFRS, hambatan implementasi, dan implikasi terhadap pelaporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam proses konvergensi IFRS melalui pembaruan PSAK secara bertahap oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dan Ikatan Akuntan Indonesia. Namun demikian, implementasi IFRS masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain kompleksitas standar berbasis prinsip (priciple-based), keterbatasan kompentensi sumber daya manusia, biaya implementasi, serta kesiapan sistem informasi dan infrastruktur pendukung. Konvergensi IFRS memberikan implikasi positif terhdapa peningkatan kualitas pelaporan keuangan melalui penyajian informasi yang lebih relevan, andal, transparan, dan dapat dibandingkan secara internasional. Penelitian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai perkembangan konvergensi IFRS di Indonesia sehingga dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi, dan regulator dalam mengevaluasi implementasi IFRS di masa mendatang.