Budaya organisasi berperan penting dalam membentuk keterikatan kerja karyawan sehingga mendukung keberlangsungan organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran budaya organisasi dalam membentuk keterikatan kerja karyawan di PT Gajah Asri Indramayu melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu atasan dan dua karyawan produksi yang dipilih secara purposive hingga mencapai kecukupan informasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berbasis koding tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di PT Gajah Asri Indramayu berkembang melalui kebiasaan kerja yang konsisten, seperti tanggung jawab, kedisiplinan, komunikasi terbuka, dan kerja sama antarkaryawan, sehingga menciptakan lingkungan kerja kondusif yang mendorong keterikatan kerja. Keterikatan kerja tidak hanya dipengaruhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga hubungan kerja harmonis, dukungan rekan kerja, kenyamanan lingkungan kerja, dan penghargaan atas kontribusi karyawan, meskipun kejenuhan rutinitas dan keterlambatan gaji berpotensi menurunkan motivasi kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian simultan budaya organisasi dan keterikatan kerja dari perspektif atasan dan karyawan pada perusahaan manufaktur es kristal dan es balok, konteks yang masih jarang diteliti secara kualitatif. Penelitian ini berkontribusi teoritis dengan memperlihatkan keterikatan kerja sebagai konstruk dinamis hasil interaksi sosial informal, dan berkontribusi praktis sebagai masukan bagi manajemen dalam merancang pengelolaan sumber daya manusia yang responsif.