Yuliani Yuliani
Institut Jam'iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Perbankan Syariah dan Implikasinya Sebagai Mediator Sosial Bagi Pelaku Usaha Mikro Muhammad Saleh; Yuliani Yuliani; Abdi Samra
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3692

Abstract

Perbankan syariah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi memiliki tanggung jawab sosial dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan pelaku usaha mikro. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perbankan syariah sebagai mediator sosial bagi pelaku usaha mikro serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan fungsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah menjalankan fungsi intermediasi sosial melalui penyediaan pembiayaan mikro berbasis akad syariah, edukasi keuangan, pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, serta penguatan hubungan kemitraan dengan pelaku usaha mikro. Peran tersebut berkontribusi terhadap peningkatan akses pembiayaan, kapasitas usaha, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat. Hambatan yang masih ditemukan meliputi rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan kemampuan administrasi usaha, serta belum optimalnya pemanfaatan layanan perbankan syariah oleh sebagian pelaku usaha mikro. Penguatan literasi keuangan, perluasan program pendampingan, dan inovasi layanan berbasis kebutuhan UMKM menjadi langkah strategis untuk memperkuat fungsi sosial perbankan syariah.
Evaluasi Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Zakat Berdasarkan Good Governance pada Baznas Kabupaten Langkat Sri Wahyuni; Yuliani Yuliani; Novitra Novitra; Muya Rezki
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berdasarkan standar Good Governance pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Langkat. Keberadaan kesenjangan antara besarnya potensi zakat di Kabupaten Langkat dan realisasi pengumpulannya menjadi latar belakang pentingnya pembuktian tata kelola lembaga demi membangun kepercayaan publik (public trust). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-evaluatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan pimpinan, amil, muzakki, dan mustahik, serta observasi lapangan. Data sekunder dihimpun dari laporan keuangan, dokumen pencatatan SIMBA, dan regulasi terkait. Keabsahan data diuji melalui trianggulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Langkat telah menerapkan akuntabilitas administratif internal dan kepatuhan syariah yang baik. Pencatatan keuangan telah mengadopsi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan berpedoman pada PSAK 109/409 melalui pemisahan dana zakat, infak/sedekah, dan amil. Namun, penerapan transparansi publik dan akuntabilitas eksternal masih menghadapi beberapa keterbatasan. Pelaporan keuangan masih bersifat pasif-vertikal kepada pimpinan hierarkis, sementara publikasi proaktif kepada masyarakat melalui media digital/situs web resmi belum optimal. Selain itu, penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) yang mendalam dan pelaksanaan audit eksternal oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) masih mengalami kendala keterlambatan periodik akibat terbatasnya SDM ahli akuntansi syariah dan infrastruktur IT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas SDM, optimalisasi komunikasi digital, serta percepatan audit publik menjadi kunci utama bagi BAZNAS Kabupaten Langkat untuk mentransformasi penyaluran zakat tradisional menjadi zakat institusional yang akuntabel.