Nuha Ikmalia Hasanah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Bibliometrik Literatur Stabilitas Keuangan Islam Terindeks Scopus (2000–2025) Nuha Ikmalia Hasanah; Ahmad Fatoni; Kurnia Dwi Sari Utami
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas keuangan Islam merupakan isu yang terus berkembang, tetapi literaturnya masih terpencar sehingga struktur dan arah perkembangan kajiannya belum tergambar jelas. Tujuan penelitian. Memetakan perkembangan literatur stabilitas keuangan Islam melalui pendekatan bibliometrik, guna mengidentifikasi tren publikasi, kontributor utama, kata kunci dominan, serta peluang penelitian di masa mendatang. Metode Penelitian. Objek penelitian berupa 417 dokumen terindeks Scopus dari 107 sumber publikasi yang terbit sepanjang 2000–2025, diperoleh melalui pencarian kata kunci terstruktur dan penyaringan relevansi judul dan abstrak menggunakan aplikasi Rayyan, mengikuti alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Analisis dilakukan dengan Biblioshiny (RStudio), mencakup performance analysis untuk menilai kinerja publikasi serta kontribusi penulis, institusi, dan negara, serta science mapping untuk menelaah jaringan kata kunci dan pemetaan tematik. Hasil. Publikasi tumbuh 18,66% per tahun dan bersifat crisis-driven, menguat setelah Krisis Keuangan Global 2008 dan pandemi COVID-19. M. Kabir Hassan menjadi penulis terproduktif dengan 12 artikel, dan Universitas Islam Indonesia menjadi institusi terproduktif dengan 17 artikel. Indonesia mencatat publikasi terbanyak (180 dokumen) meski kolaborasi internasionalnya tergolong rendah, sementara Malaysia menjadi pusat kolaborasi lintas negara yang paling aktif. Kata kunci yang paling sering muncul adalah islamic banks, islamic banking, islamic finance, financial stability, dan credit risk, dengan islamic banks sebagai penghubung utama antartema. Kesimpulan. Pemetaan tema menunjukkan bidang ini tergolong baru, belum sepenuhnya mapan, masih berfokus pada perbankan syariah dengan pendekatan mikroprudensial, dan jejaring antarpenelitinya belum banyak terhubung satu sama lain. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas kajian ke pasar modal syariah, takaful, dan fintech syariah, serta memperkuat skema kolaborasi riset antarnegara.