Dismenore merupakan salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan konsentrasi belajar, serta memengaruhi kualitas hidup. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri dismenore adalah pemberian air jahe merah yang mengandung senyawa gingerol, shogaol, dan zingeron yang bersifat antiinflamasi serta analgesik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pemberian air jahe merah terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri di Pondok Darul A'mal Kota Metro. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Pondok Darul A'mal Kota Metro. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 22 remaja putri yang mengalami dismenore dengan teknik total sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian air jahe merah. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skala nyeri dismenore sebelum diberikan air jahe merah sebesar 6,77, sedangkan sesudah pemberian air jahe merah menurun menjadi 3,18. Hasil analisis uji Wilcoxon diperoleh p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian air jahe merah. Disimpulkan bahwa pemberian air jahe merah efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Pondok Darul A'mal Kota Metro. Air jahe merah dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan ekonomis untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi pada remaja.