Bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan berdampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program sosialisasi anti bullying sebagai upaya preventif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying di SDN 2 Jonggrangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain Community Service-Based Action Research (CSBAR). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum kegiatan sosialisasi, sebagian besar siswa belum mampu membedakan perilaku bercanda dengan tindakan bullying. Setelah mengikuti sosialisasi yang dikemas melalui penyampaian materi interaktif, video edukasi, diskusi, tanya jawab, dan studi kasus, pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan cara pencegahan bullying meningkat. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap berupa meningkatnya keberanian untuk menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, serta tumbuhnya rasa empati dan kepedulian terhadap teman. Program ini juga meningkatkan kesadaran siswa mengenai hak perlindungan anak dari tindakan kekerasan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, sosialisasi anti bullying terbukti menjadi salah satu strategi preventif yang efektif dalam membangun budaya sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari perundungan.