Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja serta efisiensi panel surya monokristalin dan polikristalin yang beroperasi pada kondisi iklim tropis di Provinsi Banten. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan menguji dua jenis panel surya yang memiliki kapasitas daya nominal yang sama pada kondisi lingkungan yang identik. Pengambilan data dilakukan pada rentang waktu pukul 08.00–16.00 WIB dengan mengukur intensitas radiasi matahari, suhu lingkungan, suhu permukaan panel, tegangan, arus, dan daya keluaran. Efisiensi panel dihitung berdasarkan perbandingan antara daya keluaran aktual dengan energi radiasi matahari yang diterima oleh luas permukaan panel, kemudian dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis panel mengalami peningkatan daya keluaran seiring meningkatnya intensitas radiasi matahari hingga mencapai nilai maksimum pada siang hari, kemudian menurun pada sore hari. Panel surya monokristalin menghasilkan daya keluaran dan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan panel surya polikristalin pada seluruh rentang pengujian. Sebaliknya, peningkatan suhu permukaan panel akibat kondisi iklim tropis menyebabkan penurunan efisiensi pada kedua jenis panel, namun penurunan tersebut relatif lebih kecil pada panel monokristalin sehingga mampu mempertahankan performa yang lebih stabil. Berdasarkan hasil analisis, panel surya monokristalin lebih sesuai diterapkan pada sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tropis karena memiliki kemampuan konversi energi yang lebih baik dan lebih tahan terhadap fluktuasi kondisi lingkungan. Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis grafik, panel surya monokristalin menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan panel polikristalin pada seluruh parameter yang diamati, yaitu tegangan, arus, daya keluaran, energi yang dihasilkan, dan efisiensi. Rata-rata daya keluaran panel monokristalin mencapai 76,69 W, lebih tinggi dibandingkan panel polikristalin sebesar 69,75 W, sedangkan rata-rata efisiensinya mencapai 16,11% dibandingkan 14,54% pada panel polikristalin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemilihan teknologi panel surya yang optimal untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Provinsi Banten maupun wilayah tropis lainnya.