Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAGEMENT OF APPENDICOGRAM EXAMINATION WITH THE APPENDICITIS CLINICIAN AT THE AULIA HOSPITAL RADIOLOGY INSTALLATION Asshy Artata; Doni Aprialdi Panjaitan; Nurhayati Lumbantoruan
Medical Imaging and Radiation Protection Research Journal Vol 5 No 2 (2025): Medical Imaging and Radiation Protection Research (MIROR) Journal
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/miror.v5i2.1000

Abstract

Modalitas konvensional CR ( Computer Tomography) sangat berguna memperoleh diagnosa pada apendix . Appendicogram adalah pemeriksaan appendix berupa foto yang dapat membantu melihat adanya sumbatan atau kotoran pada usus buntu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan Apendikogram dengan apendisitis klinis di Instalasi Aulia Hospital , untuk mengetahui mengapa terdapat perbedaan teknik pemeriksaan apendikogram antara teori dan Aulia Hospital. dan melihat hasil radiografi Appendicogram dengan waktu tunggu enam jam. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi langsung ,wawancara dengan informan dan dokumentasi yang di lakukan di Aulia Hospital .Objek penelitian adalah 1 orang pasien yang telah menjalani pemeriksaan apendikogram dengan klinis apendisitis di RS Aulia Hospital. Hasil penelitian ini adalah tentang prosedur pemeriksaan appendicogram dengan klinis appendisitis di Instalasi Radiologi Aulia Hospital. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya dalam penatalaksanaan pemeriksaan appendicogram pada setelah minum media kontras pasien tidak diperbolehkan buang air besar hingga pemeriksaan dilakukan. Waktu tunggu yang di gunakan di Instalasi Radiologi Aulia Hospital yaitu minimal 6-7 jam sedangkan 12 jam merupakan waktu maksimal. Dalam waktu tunggu 6-7 jam tersebut kontras sudah mencapai area appendix dan sudah dapat untuk menegakkan diagnosa. Proyeksi yang di gunakan yaitu plan foto, AP Kontras, RPO, LPO, dan jika masih kurang menegakkan diagnosa maka di tambah proyeksi lateral.