Siti Khumayah
University Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Netiket Bermakna di Media Sosial: Peningkatan Literasi Digital dan Etika Komunikasi Masyarakat di Malaysia Farida Nurfalah; M. Nuruzzaman; Siti Khumayah; Zulkarnain Zaafar; Mohd. Azuan Bin Mohd Alias
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2383

Abstract

Perkembangan media sosial yang sangat pesat memberikan manfaat besar dalam komunikasi, penyebaran informasi, dan interaksi sosial. Namun demikian, tingginya intensitas penggunaan media sosial juga diikuti dengan meningkatnya penyebaran hoaks, perundungan siber, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap etika komunikasi digital (netiket). Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Netiket Bermakna di Media Sosial" yang bertujuan meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku masyarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Education melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, diskusi interaktif, simulasi verifikasi informasi, serta evaluasi melalui wawancara dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya netiket, mampu melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya, lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial, serta memiliki komitmen untuk menerapkan etika komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Program juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga jejak digital, menghindari penyebaran hoaks, dan menghormati perbedaan pendapat di ruang digital. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya budaya komunikasi digital yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab.