Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia dan terus mengalami peningkatan konsumsi kopi domestik, sementara wisata edukasi semakin populer di Kota Bandung, Jawa Barat. Kondisi ini membuka peluang bagi "Kopi Doeloer", sebuah usaha wisata edukasi kopi berkonsep open kitchen yang memadukan konsumsi kopi spesialti dengan pembelajaran terstruktur mengenai rantai nilai kopi Indonesia. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan pendirian usaha Kopi Doeloer dari tujuh aspek yang saling berkaitan, yaitu manajemen inovasi, pemasaran, produksi dan operasional, keuangan, sumber daya manusia, lingkungan dan yuridis, serta formulasi strategi berbasis analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah studi kelayakan bisnis deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan menggabungkan data sekunder, observasi lapangan, dan proyeksi keuangan lima tahun. Kelayakan finansial dinilai menggunakan metode Payback Period (PP), Profitability Index (PI), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan investasi awal sebesar Rp197.300.000 untuk aset tetap dan Rp1.000.000.000 untuk modal kerja, dengan Payback Period 1,68 tahun, Profitability Index sebesar 12,82, NPV positif sebesar Rp4.387.202.545, dan IRR sebesar 65,53%, yang seluruhnya mengindikasikan kelayakan finansial yang sangat baik. Analisis SWOT lebih lanjut mengidentifikasi posisi pasar yang terdiferensiasi berbasis nilai pengalaman dan edukasi, bukan kompetisi harga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha Kopi Doeloer layak untuk didirikan pada ketujuh aspek yang dikaji, dengan syarat komitmen terhadap aspek hukum, lingkungan, dan sumber daya manusia dijalankan secara konsisten.