Pohon sonokeling (Dalbergia latifolia) merupakan pohon penghasil kayu yang berkualitas tinggi. Kayu ini juga menjadi komoditas unggulan ekspor di Indonesia yang tergolong kelas awet I dan kelas kuat II dengan peminat paling tinggi dari negara China. Sonokeling masuk ke dalam Appendix 2 CITES sejak tahun 1997, akan tetapi statusnya saat ini rentan punah (VUA1 cd ver 2.3) menurut IUCN Red list. Oleh karena itu, perlu upaya pelestarian pohon sonokeling untuk dapat mempertahankan keberadaannya dan tetap bisa digunakan serta dimanfaatkan sebagai kayu komoditas unggulan Indonesia. KHDTK Gunung Bromo sebelumnya merupakan kawasan pengembangan sonokeling, namun saat ini jumlahnya menurun. Berdasarkan hal tersebut, perlu pengembangan pohon sonokeling dari berbagai sisi, baik untuk menjaga kelestarian pohon sonokeling itu sendiri berupa penyimpanan plasma nutfah maupun menjadi sumber ekonomi dalam produksi kayu komersial. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim pengabdian menggandeng pengelola KHDTK Gunung Bromo dan masyarakat sekitar kawasan, yaitu KTH Putri Serang. Tujuan dari dilakukannya kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota KTH dalam pengelolaan pohon sonokeling. Hal ini juga untuk mendukung upaya konservasi pohon sonokeling. Pengabdian dilakukan dengan metode pendekatan participatory rapid appraisal atau PRA. Selain itu, juga dilakukan pengembangan persemaian pohon sonokeling untuk memudahkan anggota KTH dalam pengelolaannya. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KTH Putri Serang terkait pengelolaan pohon sonokeling.