TPA Bantargebang sebagai tempat pemrosesan akhir sampah terbesar di Indonesia menerima sekitar 7.500 ton sampah per hari, dengan volume sampah yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tingginya akumulasi sampah yang membentuk timbunan hingga hampir 50 meter berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan, terutama melalui emisi gas landfill dan rembesan lindi yang dapat menurunkan kualitas lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan pengelolaan sampah di TPA Bantargebang terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta penyebaran kuesioner kepada masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional TPA Bantargebang menimbulkan berbagai dampak lingkungan, antara lain pencemaran udara akibat bau sampah dan emisi kendaraan operasional, penurunan kualitas air tanah yang diduga dipengaruhi oleh rembesan lindi, serta peningkatan populasi vektor penyakit seperti lalat dan nyamuk. Dampak tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan hidup dan kondisi kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penelitian. Oleh karena itu, diperlukan penerapan penutupan area setiap hari secara konsisten untuk menekan perkembangan vektor penyakit, optimalisasi penangkapan gas landfill yang diintegrasikan dengan penguatan zona penyangga vegetasi guna mengendalikan bau dan emisi, serta peningkatan pengelolaan lindi. Upaya-upaya tersebut perlu didukung oleh pemantauan kualitas lingkungan secara berkala agar pengelolaan sampah di TPA Bantargebang.